1.1.
VISI DAN MISI. 1.1.1.
Visi. “PDAM Sebagai Perusahaan Berpredikat
Sehat Dan Mampu Memproduksi Air Minum
Sehat.” 1.1.2.
Penjelasan Visi: Sesuai dengan namanya Perusahaan
Daerah Air Minum, maka PDAM Kabupaten Lumajang diharapkan dapat memproduksi air
minum yang layak minum dan menyehatkan bagi masyarakat khususnya pelanggan.
Berdasarkan definisi yang ada di dalam Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum, bahwa yang dimaksud dengan air minum adalah air minum
rumah tangga yang melalui proses pengolahan atau tanpa proses pengolahan yang
memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung diminum. Merujuk dari difinisi
tersebut, maka sebuah perusahaan air minum seperti PDAM dituntut untuk dapat
memproduksi air minum yang sehat. Dalam memenuhi tuntutan kualitas
produksi tersebut, maka perusahaan air minum harus dalam kategori sehat. Yang
dimaksud dengan kategori sehat yaitu secara financial perusahaan tersebut dapat
berproses secara mandiri dan memiliki keuntungan dari hasil usahanya. Dengan
kondisi sehat, akan memungkinkan sebuah perusahaan melakukan inovasi-inovasi
untuk meningkatkan kualitas produksi dan layanan. 1.1.3.
Misi. 1. Berkarya profesional untuk memenuhi
kepuasan pelanggan. 2.
Selalu Berinovasi dengan pemanfaatan
teknologi baru untuk meningkatkan mutu layanan. 3.
Melaksanakan program evaluasi internal
secara periodik untuk menghasilkan proses produksi yang efisien dan
berkualitas. 4.
Ikut memperhatikan masalah lingkungan
demi kelestarian sumber air baku. 1.1.4.
Penjelasan Misi :
Sikap profesionalisme biasanya
terbentuk selain oleh adanya semangat dari setiap pribadi, juga dipengaruhi
oleh kualitas ketrampilan masing-masing personil. Pihak manajemen harus mampu
menciptakan semangat kerja bagi semua staff melalui penghargaan-penghargaan
dari setiap hasil kerja staf. Adapun peningkatan ketrampilan dapat dilakukan
dengan memberikan training-tarining bagi semua staf baik secara bergantian atau bersamaan.
Training dapat dilakukan dengan mengirim staf ke institusi jasa training atau
secara swadaya dilakukan sendiri. 2.
Dengan
modal profesinalisme yang tinggi, maka mudah untuk memunculkan ide-ide baru
sebagai upaya berinovasi. Tuntutan kualitas layanan dari pelanggan
setiap tahun pasti akan semakin meningkat. Jika perusahaan tidak segera tanggap
dengan adanya perubahan tuntutan tersebut, maka kekecewaan pelanggan akan
memberikan citra buruk bagi perusahaan. Berinovasi
dengan memanfaatkan teknologi baru adalah sebagai jawaban terhadap peningkatan
tuntutan pelanggan. Hal tersebut didukung oleh seluruh staf yang terampil
dibidangnya masing-masing.. 3.
Disiplin melakukan evaluasi akan
menghindarkan perusahaan berjalan keluar dari jalur yang benar. Mengetahui
suatu kesalahan prosedur lebih dini akan melindungi perusahaan dari kerugian
yang lebih besar. Evaluasi rutin juga dapat digunakan sebagai sarana untuk
mengetahui seberapa biaya produksi paling efisien. Efisiensi adalah suatu usaha
untuk memperbesar keuntungan tanpa mengurangi kualitas layanan. 4.
Memperhatikan masalah lingkungan tidak
bisa dipisahkan dari kegiatan produksi air minum. Ketersediaan dan kelestarian
sumber air baku adalah kunci utama proses produksi perusahaan. Dengan semakin
berkurangnya hutan-hutan, mengakibatkan semakin susah untuk mendapatkan sumber
air baku yang besar dan berkesinambungan. Untuk itu PDAM harus punya komitmen
berperan serta dengan institusi yang lain dalam upaya pelestarian lingkungan. Melalui
pos anggaran yang direncanakan, PDAM memberikan kontribusinya dalam
kegiatan-kegiatan kampanye, penyuluhan kepada masyarakat atau kegiatan langsung
masalah pelestarian lingkungan. Kegiatan ini sebenarnya secara tidak langsung
merupakan bagian kegiatan penyehatan perusahaan dalam skala jangka panjang. |